Menu Tutup

Regulasi Tentang Kemasan Pangan

Kemasan pangan merupakan bagian penting dalam sistem keamanan pangan. Salah satu produk olahan yang umum ditemukan adalah nugget. Selain berfungsi sebagai pelindung produk, kemasan juga menjadi sarana informasi yang menjamin kepercayaan konsumen , untuk memastikan produk nugget layak edar dan aman dikonsumsi. Regulasi kemasan pangan diatur oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) serta didukung oleh SNI dan peraturan lainnya untuk menjamin bahwa pangan yang beredar di masyarakat aman, bermutu, dan sesuai ketentuan. Berikut Peraturan BPOM  Terkait Kemasan dan Label Pangan:

  1. Peraturan BPOM No. 20 Tahun 2019: Persyaratan Teknis Bahan Kemasan Pangan.
    Kemasan tidak boleh melepaskan zat berbahaya (migrasi).
    Bahan harus food grade dan tidak reaktif.
  2. Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018: Label Pangan Olahan.
    Label wajib memuat nama produk, komposisi, berat bersih, produsen, nomor izin edar, tanggal kadaluarsa, dan nilai gizi (jika diwajibkan).
  3. Peraturan BPOM No. 22 Tahun 2019: Pengawasan Label dan Iklan Pangan Olahan.
    Label dan iklan tidak boleh menyesatkan.
  4. UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
    Pengemasan dan pelabelan wajib menjamin hak konsumen untuk tahu.

Pentingnya Kemasan untuk Produk Frozen Food

  1. Kemasan pada frozen food tidak hanya berfungsi untuk membungkus, tetapi juga:
  2. Melindungi dari kontaminasi mikroorganisme.
  3. Menjaga produk dari kerusakan fisik (retak, remuk, bocor).
  4. Mencegah oksidasi dan freezer burn.
  5. Mempertahankan tekstur, rasa, dan nutrisi makanan.
  6. Memudahkan branding dan pelabelan produk.

 Tujuan Pengaturan Kemasan Pangan

  1. Menjamin produk aman dari kontaminasi fisik, kimia, dan mikrobiologi.
  2.  Melindungi produk selama distribusi dan penyimpanan.
  3.  Memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada konsumen.
  4.  Mendorong pelaku usaha memenuhi standar nasional dan internasional.

Manfaat Kemasan Pangan

  1. Melindungi Produk dari Kerusakan
    Kemasan berfungsi sebagai pelindung makanan dari kerusakan fisik (tertekan, pecah), kontaminasi mikroba, kelembaban, cahaya, serta oksidasi yang bisa menurunkan mutu produk.
  2. Menjaga Keamanan dan Kebersihan
    Kemasan yang baik dapat mencegah masuknya kontaminan seperti debu, kuman, logam berat, dan zat kimia berbahaya. Terutama pada makanan olahan, kemasan memastikan pangan tetap higienis hingga ke tangan konsumen.
  3. Memperpanjang Umur Simpan
    Dengan teknologi kemasan tertentu (vakum, kedap udara, bahan anti-UV), produk dapat bertahan lebih lama tanpa bahan pengawet tambahan. Hal ini penting untuk produk seperti makanan beku, snack, atau makanan ringan.
  4. Sebagai Sarana Informasi
    Label pada kemasan menyampaikan informasi penting, seperti:

    • Komposisi bahan
    • Tanggal kedaluwarsa
    • Nilai gizi
    • Nomor izin edar BPOM
    • Logo halal
      Informasi ini membantu konsumen membuat keputusan yang tepat sebelum membeli.
  5. Meningkatkan Nilai Estetika dan Daya Tarik
    Kemasan yang menarik secara visual dapat meningkatkan minat beli. Warna, bentuk, dan desain yang kreatif juga mencerminkan citra merek dan profesionalitas produsen.

    Mendukung Pemasaran dan Branding

    Kemasan adalah identitas produk. Dalam pasar yang kompetitif, kemasan bisa menjadi pembeda utama antar produk sejenis. Desain yang kuat dan konsisten mendukung upaya promosi dan loyalitas konsumen.

  6. Memudahkan Distribusi dan Penyimpanan
    Kemasan dirancang agar mudah ditumpuk, dibawa, dan disimpan, baik dalam skala kecil (ritel) maupun besar (distributor). Beberapa jenis kemasan juga tahan suhu dingin atau panas.
  7. Sebagai Alat Pelacakan dan Pengawasan Produk
    Kode produksi, barcode, dan QR code pada kemasan membantu produsen dan otoritas melakukan pelacakan jika terjadi masalah keamanan pangan.

Karakteristik Kemasan yang Baik untuk Frozen Food

Kemasan makanan beku harus memiliki karakteristik berikut:

  1. Kedap udara dan uap air (moisture & oxygen barrier).
  2. Tahan suhu ekstrem (beku hingga -20°C atau lebih).
  3. Kuat secara mekanik (tidak mudah sobek atau bocor).
  4. Food grade dan aman kontak langsung dengan makanan.
  5. Dapat disegel dengan kuat (sealing yang rapat dan higienis).
  6. Cocok untuk pencetakan label dan barcode.

Bahan Kemasan Populer untuk Frozen Food

Berikut beberapa jenis bahan kemasan yang umum digunakan :

Jenis Bahan Karakteristik Kelebihan
Nylon (PA) Tahan tusukan, lentur, tahan suhu rendah Sangat cocok untuk vakum dan kemasan beku
PE (Polyethylene) Lembut, food grade, tahan air Umum untuk lapisan dalam
PET (Polyester) Tahan panas dan kuat Cocok untuk kemasan retort atau lapisan luar
EVOH Penghalang gas (oxygen barrier) Umur simpan lebih panjang
Aluminium foil Sangat tahan cahaya dan oksigen Digunakan untuk produk premium

Contoh produk frozen food yang bahan kemasannya sesuai aturan BPOM

–  Berat Bersih: 250 gram

–  Informasi Produsen: PT Magfood Amazy Internasional , Jakarta Selatan.

–  Nomor Izin Edar:

–  Tanggal Kadaluarsa:

–  Informasi Gizi: Energi, Lemak, Karbohidrat, Protein

–  Label Halal: Jika disertifikasi LPPOM MUI

Kenapa Memilih Nylon untuk Kemasan Frozen Food?

1. Kekuatan Mekanik Tinggi

Nylon memiliki tahan tusuk dan tarik yang sangat baik, sehingga tidak mudah bocor saat dibekukan atau terkena beban selama distribusi.

2. Tahan Suhu Ekstrem

Nylon dapat digunakan untuk produk yang disimpan pada suhu sangat rendah, cocok untuk freezer komersial maupun rumah tangga.

3. Fleksibel dan Lentur

Meskipun kuat, nylon tetap lentur dan mudah dibentuk, baik sebagai kantong vakum, standing pouch, maupun flowpack.

4. Cocok untuk Vacuum Pack

Karena sifatnya yang tahan tekanan, nylon sering digunakan dalam kemasan vakum, yang sangat ideal untuk frozen food seperti nugget, sosis, bakso, daging ayam, dan ikan.

5. Bisa Digabungkan dengan Lapisan Lain

Untuk meningkatkan fungsi penghalang, nylon sering digabungkan dengan PE (inner) atau PET (outer) dalam bentuk kemasan multilayer.

Hal yang Harus Diperhatikan

  1. Gunakan kemasan yang bersertifikat food grade dan aman digunakan untuk makanan beku.
  2. Lakukan uji migrasi bahan kemasan jika produk akan didaftarkan ke BPOM.
  3. Pastikan ada label produk lengkap, termasuk nama, komposisi, berat bersih, kedaluwarsa, dan nomor izin edar (MD/ML).
  4. Pilih kemasan yang bisa disegel rapat (heat sealable) untuk mencegah kontaminasi udara.

Kemasan pangan bukan hanya soal tampilan luar, tapi juga penjamin mutu, keamanan, dan kenyamanan produk makanan. Bagi produsen, kemasan adalah alat strategis untuk mempertahankan kualitas dan memperluas pasar. Bagi konsumen, kemasan adalah perlindungan terhadap risiko kesehatan serta sumber informasi penting.

Yuk, pilih yang pasti aman! Dapatkan produk frozen Amazy yang lezat, praktis, dan sudah berlabel BPOM. Cocok untuk stok di rumah, bekal sehat keluarga, dan pastinya mantap juga buat bisnis. Frozen food gak asal pilih dong—Amazy solusinya!

PT Magfood Amazy Internasional

Jalan Duren Tiga Raya No. 46 Pancoran, Jakarta Selatan, Indonesia 12760

Phone: +6221 7919 3162 / 79195134

Hotline: +62816866251 / +628111347161

Email: magfood@cbn.net.id

https://amazy.co.id/

Baca Juga  Pentingnya Audit Internal Halal dalam Perusahaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Pilih salah satu voucher